WELLCOME

SELAMAT DATANG DI BLOG YANG MENCOBA UNTUK SHARING TENTANG INFORMASI APA SAJA.

Rabu, 07 November 2018

KEJUJURAN DAN INTEGRITAS DIRI


     



a. Pengertian Kejujuran dan Integritas
Kejujuran dan Integritas adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. Sementara arti kata jujur sendiri adalah lurus hati, tidak berbohong, tulus, ikhlas. Berdasarkan pengertian tersebut, bisa dikatakan bahwa kejujuran dan integritas adalah dua hal yang saling berkaitan, dan saling melengkapi satu sama lain. Artinya, seorang yang jujur pasti berintegritas, demikian pula sebaliknya.
Kejujuran adalah mengatakan apa yang dilakukan. Sebaik apapun atau
bahkan seburuk apapun tindakan selama ia mengatakan apa yang telah
dilakukan maka ia jujur. Misalnya: “Saya melakukan korupsi ….”
Integritas adalah melakukan apa yang dikatakan. Utuh antara perkataan dan perbuatan. A adalah A, dan B adalah B. Oranga yang memiliki integritas adalah orang yang perkataannya bisa dipegang. Integritas diri adalah suatu pemahaman yang membuat terwujudnya pemenuhan yang seimbang dan sinergis terhadap semua kebutuhan manusia. Misalnya, terpenuhinya kebutuhan terhadap makanan, prestasi di sekolah, pergaulan, pelaksanaan ibadah, dan keikutsertaan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Integritas diri memungkinkan semua perasaan diungkapkan dengan kejujuran dan ketulusan meskipun kita harus melaksanakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Jika kita melakukannya dengan alasan yang benar, semuanya akan dapat diterima. Individu-individu yang mempunyai integritas diri akan memancarkan kepercayaan diri dan sikap yang tidak mementingkan sendiri
Apakah makna integritas bagi kita?
Pertama, integritas berarti komitmen dan loyalitas. Apakah komitmen itu? Komitmen adalah suatu janji pada diri sendiri ataupun orang lain yang tercermin dalam tindakan-tindakan seseorang. Seseorang yang berkomitmen adalah mereka yang dapat menepati sebuah janji dan mempertahankan janji itu sampai akhir, walau pun harus berkorban.
Kedua, integritas berarti tanggung jawab. Tanggung jawab adalah tanda dari kedewasaan pribadi. Orang yang berani mengambil tanggung jawab adalah mereka yang bersedia mengambil risiko, memperbaiki keadaan, dan melakukan kewajiban dengan kemampuan yang terbaik.
Ketiga, integritas berarti dapat dipercaya, jujur dan setia. Kehidupan kita akan menjadi dipercaya, apabila perkataan kita sejalan dengan perbuatan kita; tentunya dalam hal ini yang kita pandang baik atau positif.
Keempat, integritas berarti konsisten. Konsisten berarti tetap pada pendirian. Orang yang konsiten adalah orang yang tegas pada keputusan dan pendiriannya tidak goyah. Konsisten bukan berarti sikap yang keras atau kaku.
Kelima, berintegritas berarti menguasai dan mendisiplin diri. Banyak orang keliru menggambarkan sikap disiplin sehingga menyamakan disiplin dengan bekerja keras tanpa istirahat. Disiplin mencerminkan sikap pengendalian diri, suatu sikap hidup yang teratur dan seimbang.
Keenam, berintegritas berarti berkualitas. Kualitas hidup seseorang itu sangat penting. Kualitas menentukan kuantitas. Bila kita berkualitas maka hidup kita tidak akan diremehkan.
b. Manfaat memiliki Integritas Diri
Hidup yang berintegritas adalah hidup yang terpenuhi kebutuhan dasar secara seimbang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu mengupayakan agar kebutuhan jasmani, intelektual, emosional, sosial dan rohani terpenuhi secara seimbang. Apabila kita mampu mewujudkan integritas diri sendiri, kita akan memperoleh manfaat yang besar, diantaranya :
1.    Secara fisik, kita akan merasa sehat dan bugar. Kita selalu siap melakukan aktivitas atau pekerjaan sehari-hari. Sebagai seorang siswa, kita harus menjaga kesehatan agar dapat mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik. Jika sering sakit, kita akan sering ketinggalan pelajaran.
2.    Secara Intelektual, kita dapat mengoptimalkan kemampuan otak kita. Oak kita terlatih berpikir secara ilmiah, terlatih menganalisis, dan terlatih membuat kesimpulan yang logis dan rasional. Kemampuan intelektual yang baik memungkinkan kita untuk mengikuti program studi yang kita inginkan. Dengan kemampuan menganalisis yang baik, kita dapat menjauhkan diri dari asumsi-asumsi yang bersifat subyektif semata.
3.    Secara emosional, kemampuan EQ dalam diri seseorang akan membuat orang itu menjadi penuh motivasi, sadar diri, empati, simpati, solidaritas tinggi dan sarat kehangatan emosional dalam interaksi kerja. Kematangan emosional yang dimiliki seseorang akan membuatnya bekerja dibawah tekanan. Itulah sebabnya ada banyak orang yang memiliki IQ sedang bahkan rendah, namun dapat sukses dalam hidupnya karena memilki EQ yang tinggi
4.    Secara Spiritual, kita dapa memakai segala sesuatu, termasuk pengalaman-pengalaman hidup, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, seperti keberhasilan, kegagalan dan penderitaan. Kecerdasan spiritual membuat kita dapat melihat berbagai kenyataan atau fenomena kehidupan dalam perspektif yang lebih dalam, utuh dan menyeluruh dalam mengatasi keragaman dan perbedan yang dihadapi.
5.    Secara sosial, kita semakin mampu mengembangkan hubungan baik satu sama lain. Kita memiliki kepekaan hati dan perasaan untuk selelu memberi tempat bagi orang lain di dalam hati kita


Sumber : Paramitra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar